SayapBerita.Com – Majelis tahlil gelar di Islamic Cultural Centre Jakarta, Jakarta Selatan, untuk memperingati wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Acara ini hadiri oleh tokoh komunitas dan juga diplomat, menandai solidaritas serta penghormatan atas sosok yang anggap penting oleh masyarakat yang hadir.
Peringatan gelar pada Minggu (1/3/2026) dengan tajuk Majelis Tahlil Syahid Sayid Ali Khamenei. Selain doa tahlil, rangkaian acara mencakup pembacaan ayat suci, doa khusus untuk Khamenei, serta doa bersama untuk sejumlah tokoh lain yang juga gugur bersamanya akibat serangan militer yang terjadi di Iran akhir pekan lalu.
Suasana Majelis Tahlil di ICC
Suasana majelis penuhi para jamaah yang datang dari berbagai komunitas muslim, terutama dari kelompok Ahlul Bait Indonesia. Hadir pula Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mr. Muhammad Boroujerdi, yang memberikan sambutan dan ungkapan penghormatan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respect terhadap jasa dan peran Khamenei dalam dunia Islam.
Humas ICC, Mujib Munawar, menjelaskan bahwa Majelis Tahlil diisi dengan doa-doa Ramadan terlebih dahulu karena acara berlangsung di tengah bulan suci, lalu lanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa khusus untuk Khamenei yang disebut sebagai tokoh ulama yang besar dan pemimpin yang tegas dalam memperjuangkan keadilan, terutama pembelaan terhadap kaum tertindas.
Acara ini bukan sekadar ritual doa, tetapi juga menjadi momen refleksi. Para peserta mengajak untuk mengingat semangat perjuangan yang selama ini melekat pada sosok Khamenei, termasuk di antaranya dukungan terhadap bangsa tertindas. Dalam konteks ini, Iran sebut sebagai salah satu negara yang konsisten dalam membantu Palestina dan negara-negara lain yang menghadapi konflik.
Latar Belakang Wafatnya Khamenei
Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei merupakan peristiwa besar yang memicu berbagai reaksi di seluruh dunia Islam. Kabar wafatnya konfirmasi oleh pemerintah Iran melalui media resmi setelah serangkaian serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel yang laporkan menewaskan Khamenei beserta pejabat tinggi lainnya. Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai penghormatan atas kepemimpinannya.
Khamenei kenal sebagai sosok yang memegang jabatan Pemimpin Tertinggi sejak 1989. Perannya tidak hanya bersifat politik, tetapi juga ada dimensi religius yang kuat di mata para pendukungnya. Ia sering anggap sebagai simbol ketegasan dalam memperjuangkan nilai-nilai yang yakini sebagian besar umat Islam di berbagai belahan dunia.
Reaksi Internasional dan Solidaritas
Peringatan seperti yang gelar di ICC Jakarta ini mencerminkan bagaimana berita kematian Khamenei turut memengaruhi komunitas muslim di luar Iran. Selain itu, sejumlah negara dan tokoh Islam lainnya juga menyampaikan belasungkawa serta penghormatan atas kontribusinya. Di beberapa negara, pemimpin agama dan tokoh politik memberikan sambutan dan doa sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum.
Acara majelis tahlil ini menjadi cermin penting bahwa peristiwa besar di panggung internasional. Dapat memengaruhi dinamika keagamaan dan sosial di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Kegiatan doa bersama ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpulnya komunitas, saling menguatkan dalam suasana duka, sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai solidaritas dan perdamaian di tengah gejolak global yang terjadi.
