Jakarta, SayapBerita.com – Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir Jakarta mencapai puncaknya pada pukul 9 pagi, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Pramono. Meski sempat membuat warga panik, kini kondisi air mulai surut secara bertahap, namun pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Fenomena banjir rob terjadi akibat pasang laut tinggi yang bersamaan dengan angin kencang dan curah hujan. Beberapa jalan utama di kawasan pesisir, seperti Muara Baru dan Ancol, sempat tergenang hingga lebih dari 50 cm. Warga setempat pun minta untuk menghindari area rawan banjir selama kondisi ekstrem ini berlangsung.
Puncak Banjir Rob Terjadi Jam 9 Pagi
Menurut Pramono, puncak banjir rob tercatat sekitar pukul 09.00 WIB.
“Ketinggian air mencapai titik tertinggi pagi ini, terutama di wilayah pesisir utara Jakarta. Namun, saat ini air sudah mulai surut secara bertahap,” jelasnya dalam keterangan resmi BPBD Jakarta.
Pramono menambahkan, tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan warga. Beberapa posko darurat juga dirikan untuk memberikan bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir.
“Masyarakat himbau tetap tenang, hindari jalanan yang tergenang, dan ikuti arahan dari petugas di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Pramono mengingatkan bahwa meski air sudah mulai surut, potensi genangan masih bisa terjadi karena pasang laut tinggi dapat kembali meningkat di beberapa jam ke depan. Oleh karena itu, warga di wilayah pesisir minta tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan menyimpan barang-barang penting di tempat yang lebih tinggi.
Warga Diminta Tetap Waspada dan Siaga
Fenomena banjir rob sering terjadi di Jakarta pada musim tertentu, terutama saat pasang laut tinggi yang bersamaan dengan angin kencang dan curah hujan. Dampak utama yang rasakan warga adalah terganggunya aktivitas harian, sulitnya transportasi, dan kerusakan ringan pada fasilitas umum. Petugas BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan situasi.
“Kami menghimbau warga tetap memantau informasi resmi melalui media sosial BPBD dan pemerintah setempat. Hindari melakukan aktivitas di area rawan banjir,” kata Pramono.
Warga yang terdampak kini mulai membersihkan lingkungan dan memindahkan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi. Beberapa warga mengaku lega karena ketinggian air mulai turun, namun mereka tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Fenomena banjir rob di Jakarta menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga dan peran aktif pemerintah dalam penanggulangan bencana. Dengan koordinasi yang baik antara warga dan petugas, dampak banjir rob dapat minimalkan, sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
