Serangan AS ke Venezuela Amerika Latin Terbelah Dalam Sikap

Serangan AS ke Venezuela Amerika Latin Terbelah Dalam Sikap

Jakarta, SayapBerita.ComSerangan Amerika Serikat ke Venezuela memicu respons beragam dari negara-negara di Amerika Latin. Sementara beberapa negara mengecam tindakan AS dan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela, negara lain memilih sikap lebih hati-hati atau bahkan mendukung langkah Washington. Perbedaan sikap ini menunjukkan kompleksitas geopolitik di kawasan dan menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan regional.

Negara-negara yang menentang serangan AS menekankan bahwa tindakan militer atau intervensi asing terhadap negara berdaulat melanggar prinsip hukum internasional dan Piagam PBB. Mereka menganggap langkah tersebut dapat memperburuk situasi politik dan ekonomi di Venezuela, yang selama ini menghadapi krisis parah. Seruan untuk penyelesaian damai melalui dialog politik menjadi sorotan utama di kalangan pemerintah regional dan organisasi internasional.

Di sisi lain, beberapa pemerintah negara Amerika Latin yang memiliki hubungan dekat dengan AS memilih bersikap lebih netral atau mendukung. Mereka menekankan pentingnya stabilitas regional dan memandang intervensi sebagai upaya untuk menekan pemerintah Venezuela yang anggap kontroversial. Sikap ini mencerminkan kepentingan politik dan ekonomi masing-masing negara dalam konteks aliansi strategis dengan Amerika Serikat.

Negara-negara Menentang Serangan AS

Beberapa negara di kawasan, termasuk Bolivia, Nicaragua, dan Meksiko, secara terbuka mengecam serangan AS ke Venezuela. Mereka menegaskan bahwa kedaulatan negara harus dihormati dan setiap perbedaan politik seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomasi. Presiden dan menteri luar negeri negara-negara ini menekankan bahwa intervensi militer dapat menimbulkan dampak negatif bagi stabilitas regional, memperburuk krisis kemanusiaan, serta menimbulkan eksodus baru dari Venezuela.

Selain itu, serikat regional seperti CELAC dan beberapa anggota UNASUR menyerukan agar semua pihak menahan diri dan fokus pada dialog serta mediasi internasional. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas terhadap Venezuela sekaligus menekankan prinsip non-intervensi yang selama ini dijunjung tinggi oleh kawasan Amerika Latin.

Negara yang Netral atau Mendukung AS

Di sisi lain, negara-negara seperti Kolombia, Brasil, dan beberapa anggota aliansi pro-AS menunjukkan sikap lebih berhati-hati atau bahkan mendukung langkah Washington. Mereka menilai tekanan terhadap pemerintah Venezuela penting untuk menekan dugaan pelanggaran HAM, korupsi, dan krisis politik yang berkepanjangan. Dukungan ini sebagian juga terkait kepentingan ekonomi dan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

Perbedaan sikap ini menimbulkan tantangan diplomatik bagi kawasan. Ketegangan politik dapat mempengaruhi kerja sama ekonomi, keamanan, dan migrasi regional. Para pengamat menilai bahwa perpecahan di Amerika Latin terkait respons terhadap serangan AS ke Venezuela menegaskan pentingnya diplomasi lintas negara dan peran organisasi internasional untuk meredam potensi konflik.

Dengan situasi yang terbelah seperti ini, kawasan Amerika Latin kini berada di persimpangan penting. Keputusan negara-negara mengenai sikap terhadap serangan AS akan berdampak jangka panjang pada hubungan regional, stabilitas politik, dan posisi geopolitik di mata dunia. Publik internasional terus menunggu apakah mediasi dan dialog dapat mencegah eskalasi lebih lanjut dan membawa solusi damai bagi Venezuela.