Jakarta, SayapBerita.com – Polri mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dalam menanggapi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk memastikan kebutuhan pangan dan logistik warga terdampak terpenuhi, Kepolisian Republik Indonesia menyiapkan 28 dapur lapangan yang tersebar di berbagai titik terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan yang lakukan secara menyeluruh, melibatkan berbagai satuan Polri.
Dapur lapangan ini bertujuan untuk menyediakan makanan siap saji bagi warga yang mengungsi akibat banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem yang merusak rumah serta infrastruktur. Tidak hanya itu, kehadiran dapur lapangan juga membantu meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal sementara. Personel Polri bertugas memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan merata, sehingga seluruh korban mendapatkan bantuan tepat waktu. Selain penyediaan makanan, Polri juga menyiagakan personel untuk mendukung operasional dapur lapangan, termasuk tim logistik yang membawa bahan makanan, perlengkapan dapur, dan alat masak ke lokasi-lokasi sulit jangkau. Hal ini lakukan agar proses penyiapan makanan tetap berjalan efisien meski medan di beberapa titik bencana cukup berat.
Dapur Lapangan Mendukung Penanganan Darurat
Setiap dapur lapangan lengkapi dengan peralatan masak, tenaga memasak dari personel Polri, serta bahan pangan yang memadai untuk menyiapkan ribuan porsi makanan per hari. Personel juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti BNPB, TNI, dan pemerintah daerah untuk memastikan koordinasi yang baik dan menghindari duplikasi bantuan. Kehadiran dapur lapangan sangat penting, terutama bagi korban yang tinggal di pengungsian sementara.
Banyak pengungsi yang kehilangan sumber makanan dan minuman karena rumahnya hancur atau akses jalan terputus. Dengan adanya dapur lapangan, warga tetap mendapatkan makanan bergizi, sehingga kondisi kesehatan mereka tetap terjaga selama masa pemulihan. Selain itu, Polri juga mengoptimalkan lokasi dapur lapangan agar dapat menjangkau area-area terpencil. Di beberapa titik, kendaraan taktis dan perahu gunakan untuk membawa bahan makanan dan peralatan memasak. Dengan strategi ini, operasi penanganan darurat menjadi lebih cepat dan efisien, terutama di daerah yang sulit jangkau.
Kesiapan Polri dan Dukungan Masyarakat
Polri menegaskan bahwa 28 dapur lapangan ini merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda. Selain menyediakan makanan, personel Polri juga memberikan dukungan moral dan bantuan lain seperti air bersih, tenda, dan kebutuhan dasar lainnya. Masyarakat menyambut baik langkah ini, mengapresiasi kecepatan Polri dalam menyiapkan dapur lapangan yang membantu meringankan beban mereka.
Banyak warga mengaku terbantu karena akses terhadap makanan dan logistik terjamin, terutama di lokasi pengungsian yang padat dan medan sulit. Langkah Polri ini juga menjadi contoh kerja sama lintas instansi dalam menghadapi bencana skala besar. Dengan dukungan 28 dapur lapangan, korban bencana di Sumatera mendapatkan bantuan langsung yang cepat, tepat, dan merata, sekaligus mengurangi risiko krisis pangan dan kesehatan di lokasi terdampak.
