Peringatan Tsunami Gempa M 7.6 Warga Mulai Kembali ke Rumah

Peringatan Tsunami Gempa M 7.6 Warga Mulai Kembali ke Rumah

Jakarta, SayapBerita.comSetelah situasi sempat mencekam akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah pesisir, otoritas akhirnya mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya keluarkan sebagai langkah antisipasi. Keputusan ini umumkan setelah pemantauan intensif terhadap aktivitas laut tidak menunjukkan kenaikan gelombang berbahaya. Dengan dicabutnya peringatan tersebut, warga yang sebelumnya mengungsi ke dataran tinggi mulai kembali ke rumah masing-masing, meski sebagian masih memilih bertahan di titik aman hingga ada informasi lanjutan. Petugas gabungan dari pemerintah daerah, tim SAR, hingga relawan masyarakat tetap siaga untuk memastikan kepulangan warga berjalan aman dan tertib.

Situasi di Lapangan Setelah Peringatan Dicabut

Beberapa jam sebelumnya, sirene peringatan tsunami sempat membuat warga berhamburan keluar rumah. Banyak yang mengungsi ke gedung sekolah, masjid, balai desa, hingga titik evakuasi resmi di daerah perbukitan. Di sejumlah tempat, lalu lintas menuju jalur evakuasi sempat padat karena tingginya arus kendaraan. Setelah status peringatan turunkan, suasana mulai kondusif. Meskipun begitu, petugas meminta warga tetap berhati-hati saat kembali ke rumah karena sejumlah daerah mengalami pemadaman listrik dan kerusakan ringan pada bangunan.

Otoritas lokal juga mengingatkan warga untuk tidak langsung kembali beraktivitas di kawasan pesisir rendah sebelum mendapat izin penuh dari tim pemantau geologi dan Badan Penanggulangan Bencana. Para ahli menjelaskan bahwa keputusan mencabut peringatan tsunami lakukan berdasarkan pemantauan permukaan laut melalui buoy, radar gelombang, dan sensor pantai. Tidak ada anomali signifikan yang mengindikasikan datangnya tsunami besar. Namun potensi gempa susulan masih tetap ada sehingga warga minta menjaga kewaspadaan.

Respons Pemerintah dan Proses Pemulihan Awal

Pemerintah daerah telah menggerakkan tim untuk melakukan penilaian cepat terhadap dampak gempa di zona pemukiman. Petugas memeriksa kestabilan bangunan, kondisi fasilitas umum, serta jaringan listrik dan air bersih. Beberapa rumah laporkan mengalami keretakan, namun belum ada laporan kerusakan besar yang membahayakan struktur bangunan secara keseluruhan. Selain itu, tim medis siagakan di pusat pengungsian untuk menangani warga yang mengalami shock, cedera ringan, atau membutuhkan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Layanan trauma healing juga mulai gelar untuk anak-anak yang mengalami ketakutan saat proses evakuasi. Sementara itu, pemerintah pusat menyampaikan bahwa seluruh instansi terkait akan bekerja sama memastikan proses pemulihan berlangsung cepat. Komunikasi kepada publik akan terus perbarui agar tidak terjadi kekosongan informasi maupun penyebaran kabar yang tidak akurat.