Jakarta, SayapBerita.com – Kawasan Puncak, Bogor, kembali landa bencana tanah longsor yang kali ini picu oleh jebolnya tembok penahan tanah milik sebuah hotel. Insiden tersebut menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material dan trauma warga tak dapat hindari.
Kronologi Kejadian
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Puncak selama beberapa jam. Intensitas hujan tinggi membuat struktur tanah menjadi labil. Tembok penahan tanah hotel yang berada di lereng akhirnya tak mampu menahan tekanan, hingga sebagian strukturnya ambruk dan menyeret material longsoran ke permukiman di bawahnya.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum material tanah dan tembok runtuh menimpa bagian belakang rumah mereka. Sebagian warga langsung berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Dampak yang Ditimbulkan
Longsor tersebut menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga. Beberapa bagian rumah retak, dapur ambruk, dan perabotan tertimbun material tanah. Selain kerusakan fisik, longsor ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar lereng, terutama karena curah hujan perkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, dan relawan setempat segera kerahkan untuk melakukan pembersihan material dan membantu warga yang terdampak. Pemerintah setempat juga menyiapkan tempat sementara jika warga perlu evakuasi.
Respons Pemerintah dan Pihak Hotel
Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau pengelola hotel untuk mengevaluasi dan memperkuat kembali struktur tembok penahan tanah agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, pihak hotel sebut siap bertanggung jawab dan bekerja sama dalam proses penanganan dampak longsor. BPBD juga mengingatkan bahwa wilayah Puncak merupakan daerah rawan longsor, sehingga warga minta tetap waspada dan memperhatikan potensi pergerakan tanah terutama setelah hujan deras.
Untuk mencegah longsor lanjutan, petugas memasang garis bahaya dan melakukan asesmen terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi. Masyarakat himbau mengungsi sementara jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan, pohon miring, atau suara bergemuruh. Sebagai kawasan wisata yang padati hotel dan pemukiman, pengawasan struktur bangunan di lereng menjadi hal penting guna mengurangi risiko bencana serupa. Longsor yang picu jebolnya tembok hotel di Puncak Bogor ini menjadi pengingat penting tentang kewaspadaan terhadap bencana alam di daerah berbukit. Kerja sama antara pemerintah, pengelola hotel, dan masyarakat sangat butuhkan untuk memastikan keselamatan serta mencegah kejadian yang lebih besar di masa mendatang.
