Kisah Alfius Dari Penjual Pinang ke Sekolah Gratis di Jayapura

Kisah Alfius Dari Penjual Pinang ke Sekolah Gratis di Jayapura

Jakarta, SayapBerita.comAlfius, seorang pemuda asal Jayapura, pernah menjalani hidup yang penuh perjuangan. Sehari-harinya, ia berjualan pinang keliling kota untuk membantu keluarganya. Meski pekerjaan ini sederhana, Alfius selalu menyimpan mimpi besar: memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu di sekitarnya.

Setiap hari, Alfius melihat banyak anak-anak di Jayapura putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Hal ini membuatnya tergerak untuk melakukan sesuatu. Dengan penghasilan dari berjualan pinang, ia mulai menabung sedikit demi sedikit. Tidak hanya itu, Alfius juga belajar cara mengelola uang, mencari informasi tentang pendidikan, dan membangun jejaring dengan masyarakat lokal yang peduli pendidikan.

Semangatnya yang tidak mudah menyerah menjadi kunci perubahan. Dari berjualan di jalanan, Alfius mulai mendapatkan dukungan kecil dari tetangga dan teman-temannya. Mereka percaya bahwa apa yang dilakukan Alfius bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan anak-anak di Jayapura.

Sekolah Gratis: Harapan Baru bagi Anak-anak Jayapura

Setelah beberapa tahun menabung dan merencanakan, Alfius akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya: mendirikan sekolah gratis di Jayapura. Sekolah ini tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga pembelajaran karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup.

Kini, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa belajar tanpa terbebani biaya. Alfius memastikan setiap murid mendapatkan fasilitas belajar yang layak, mulai dari buku, alat tulis, hingga ruang kelas yang nyaman. Ia percaya bahwa pendidikan adalah hak semua anak, bukan hanya mereka yang mampu membayar.

Sekolah yang didirikan Alfius juga menjadi pusat inspirasi bagi masyarakat. Banyak orang yang dulunya skeptis kini ikut mendukung, baik melalui donasi, tenaga relawan, maupun penyebaran informasi agar lebih banyak anak bisa menikmati pendidikan gratis. Kisah Alfius membuktikan bahwa satu individu dengan tekad dan kerja keras mampu mengubah kehidupan banyak orang.

Alfius sendiri tetap rendah hati. Ia menganggap sekolah gratis ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya. Baginya, melihat anak-anak tersenyum saat belajar adalah hadiah terbesar yang tak ternilai harganya.