Kabut Beracun di New Delhi Picu Aksi Protes: Ini Tuntutan Warga

Kabut Beracun di New Delhi Picu Aksi Protes Ini Tuntutan Warga

New Delhi, SayapBerita.com – Sevab gelombang kemarahan melonjak di ibu kota India, saat ratusan warga turun ke jalan menentang kabut tebal beracun yang menutup kota. Aksi ini merupakan salah satu bentuk protes langka terhadap krisis polusi udara yang semakin parah dan terus mengancam kesehatan jutaan penduduk.

Udara yang Tak Bisa Dihela

Para demonstran berkumpul di India Gate, salah satu landmark paling ikonik di New Delhi, sambil mengenakan masker dan mengusung spanduk dengan pesan menyentuh:

“I miss breathing” “Aku rindu bernapas.”

Polusi di Delhi kali ini bukan sekadar kabut biasa. Indeks Kualitas Udara (AQI) di beberapa titik bahkan mencapai angka sangat berbahaya, mendekati atau melewati 370 hingga 400, menurut data dari otoritas pengendalian polusi.

Pesan dari Orang Tua dan Aktivis

Aksi ini tidak hanya hadiri oleh aktivis lingkungan atau mahasiswa: banyak orang tua membawa anak-anak mereka, mencerminkan keprihatinan mendalam tentang masa depan generasi muda.

Salah satu aktivis mengatakan bahwa warga menuntut kebijakan nyata, bukan sekadar retorika. Ada kekecewaan besar karena pemerintah anggap hanya melakukan “tindakan simbolis” seperti menyemprot air di lokasi-lokasi pantau kualitas udara tanpa menyentuh akar masalah.

Bentrokan dengan Aparat

Polisi New Delhi menahan sejumlah demonstran karena aksi gelar di area yang tidak berizin. Beberapa pendemo mengatakan bahwa penahanan tersebut bersifat “preventif” dan menuding pemerintah tidak sungguh-sungguh merespons krisis ini.

Permintaan yang Mendesak

Para pendemo memiliki daftar tuntutan konkret, antara lain:

  • Kebijakan jangka panjang untuk mengurangi emisi kendaraan dan industri.
  • Penghentian pembakaran limbah pertanian (seperti jerami) yang menjadi salah satu penyumbang utama partikel berbahaya di udara.
  • Deklarasi “darurat kesehatan publik” terkait polusi udara. Beberapa aktivis menyinggung bahwa polusi ini sudah menyerupai krisis kesehatan tahunan.
  • Penyediaan layanan kesehatan gratis dan cek kesehatan untuk warga yang terkena dampak polusi jangka panjang.
  • Mendirikan komite gabungan antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat sipil untuk memantau dan merumuskan solusi polusi udara.

Kritik atas Upaya “Solusi Cepat”

Warga bukan tanpa kritik terhadap langkah-langkah sementara pemerintah. Misalnya, upaya cloud seeding (penyemaian awan) untuk memicu hujan buatan sempat dilakukan, tapi banyak yang menyebutnya sebagai “perbaikan kosmetik” dan bukan solusi jangka panjang.

Protes ini juga mencuatkan tuduhan manipulasi data. Beberapa demonstran menuduh pemerintah menyembunyikan tingkat polusi sebenarnya dengan menurunkan pembacaan AQI di stasiun pemantau udara.

Apa Artinya untuk Delhi?

Krisis polusi di New Delhi bukan sekadar soal udara kotor ini soal hak dasar manusia: hak untuk bernapas. Protes ini mencerminkan frustrasi yang mendalam, terutama menjelang musim dingin, saat kabut polusi menjadi sangat padat dan berbahaya.

Jika tuntutan warga tidak respons dengan tindakan tegas, dikhawatirkan krisis ini akan terus berulang setiap tahun. Sebaliknya, jika ada kebijakan jangka panjang yang kuat seperti regulasi emisi yang ketat, transportasi bersih, dan pengelolaan limbah pertanian maka mungkin saja Delhi bisa mengambil langkah nyata menuju udara yang lebih aman.