Bitcoin Berisiko Turun ke US$ 25.000 Ini Penyebab & Analisisnya

Bitcoin Berisiko Turun ke US$ 25.000 Ini Penyebab & Analisisnya

Jakarta, SayapBerita.comHarga Bitcoin kembali mendapat perhatian investor global setelah analis memperingatkan adanya risiko penurunan lebih dalam hingga level US$ 25.000. Sentimen negatif di pasar kripto dan tekanan makroekonomi menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong harga aset digital ini turun lebih jauh.

Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Beberapa faktor yang mendorong risiko penurunan Bitcoin antara lain:

  1. Volatilitas Pasar Kripto yang Tinggi
    Bitcoin kenal maka dengan pergerakan harganya yang fluktuatif. Sentimen negatif atau aksi jual besar dapat memicu penurunan tajam dalam waktu singkat.
  2. Tekanan Ekonomi Global
    Kenaikan suku bunga, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi di negara-negara besar mempengaruhi pasar aset berisiko, termasuk kripto. Investor cenderung menarik modal dari Bitcoin saat kondisi ekonomi tidak stabil.
  3. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
    Berita mengenai regulasi ketat atau larangan perdagangan kripto di beberapa negara dapat menekan harga Bitcoin secara signifikan.
  4. Likuiditas Pasar dan Aksi Jual Besar
    Penjualan besar oleh investor institusi atau whale wallet dapat memicu efek domino, menyebabkan harga Bitcoin turun lebih cepat.

Analisis Teknikal dan Prediksi

Berdasarkan analisis teknikal, level psikologis US$ 25.000 menjadi support kritis. Jika harga menembus level ini, analis memperkirakan tekanan jual akan meningkat, berpotensi mendorong Bitcoin ke level yang lebih rendah. Namun, beberapa indikator juga menunjukkan potensi rebound jangka pendek jika Bitcoin mampu mempertahankan support di kisaran US$ 27.000–US$ 28.000. Investor sarankan untuk memantau:

  • Volume perdagangan harian
  • Tren pasar kripto global
  • Sentimen berita terkait regulasi dan kebijakan ekonomi

Strategi Investor Menghadapi Risiko

Untuk menghadapi volatilitas dan risiko penurunan ini, analis menyarankan beberapa strategi:

  1. Dollar-Cost Averaging (DCA)
    Membeli Bitcoin secara bertahap untuk meratakan harga beli dan mengurangi risiko timing yang salah.
  2. Diversifikasi Portofolio
    Mengurangi eksposur terhadap aset tunggal maka dengan menambahkan aset lain seperti stablecoin, saham, atau logam mulia.
  3. Stop-Loss dan Manajemen Risiko
    Menentukan level cut-loss untuk menghindari kerugian besar saat harga menembus support kritis.
  4. Pantau Berita dan Tren Pasar
    Selalu mengikuti berita regulasi, ekonomi global, dan sentimen pasar kripto agar dapat mengambil keputusan cepat.

Bitcoin menghadapi risiko penurunan lebih dalam ke level US$ 25.000, picu oleh volatilitas pasar, tekanan ekonomi global, dan faktor regulasi. Meskipun demikian, potensi rebound tetap ada jika support penting mampu bertahan. Investor sarankan berhati-hati, menggunakan strategi manajemen risiko, dan memantau pergerakan pasar secara cermat. Maka dengan strategi yang tepat, investor bisa tetap memanfaatkan peluang di tengah volatilitas tinggi pasar kripto.