Sumatera Utara, SayapBerita.com – Bencana banjir bandang sertai longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, menimbulkan kerusakan parah pada ribuan rumah dan memutus dua jembatan utama yang menjadi jalur vital transportasi. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan selama beberapa hari berturut-turut. Air sungai yang meluap dan tanah longsor menghantam pemukiman warga, membuat banyak rumah terendam dan mengalami kerusakan berat. Warga panik menyelamatkan diri, sementara sebagian terpaksa mengungsi ke pos pengungsian yang siapkan pemerintah daerah.
“Rumah kami hampir semua terendam. Barang-barang tidak bisa selamatkan. Jembatan di depan desa putus, sehingga kami tidak bisa keluar untuk membeli kebutuhan,” ujar salah seorang korban bencana di salah satu desa terdampak.
Ambruknya dua jembatan membuat jalur transportasi antarwilayah lumpuh total. Kendaraan tidak bisa melintas, sementara logistik dan bantuan darurat harus alihkan melalui jalur memutar yang jauh. Warga yang tinggal di desa terisolasi kini bergantung pada bantuan darurat untuk kebutuhan pangan dan obat-obatan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah terjunkan untuk melakukan evakuasi, membuka jalur alternatif, dan menyalurkan bantuan. Pemerintah daerah juga tengah meninjau lokasi jembatan putus untuk pembangunan darurat agar akses masyarakat dapat segera pulih.
Selain kerusakan infrastruktur, banjir dan longsor ini memicu kekhawatiran akan potensi bencana susulan, karena curah hujan di kawasan pegunungan Sumatera Utara masih tinggi. Warga imbau tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah serta tim penanggulangan bencana. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir, agar risiko kerugian jiwa dan harta benda dapat minimalkan.
