Usai Dikritik Trump Puji Tentara Inggris Afghanistan

Usai Dikritik Trump Puji Tentara Inggris Afghanistan

Jakarta, SayapBerita.Com – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan yang berbeda dari sikapnya sebelumnya. Usai sempat mengkritik keras, Trump kini secara terbuka memuji tentara Inggris atas peran dan kontribusi mereka selama misi militer di Afghanistan.

Pernyataan tersebut sampaikan Trump dalam sebuah kesempatan publik, di mana ia menilai pasukan Inggris memiliki profesionalisme tinggi dan menunjukkan keberanian luar biasa selama bertugas di wilayah konflik. Pujian ini nilai cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Trump kerap mengkritik negara-negara sekutu NATO. Termasuk Inggris, terkait pembagian beban dalam operasi militer internasional.

Trump menegaskan bahwa tentara Inggris telah bekerja “sangat keras dan penuh dedikasi” di Afghanistan.

Ia juga mengakui pengorbanan besar yang lakukan para prajurit, baik dari sisi keselamatan maupun komitmen menjaga stabilitas kawasan. Pernyataan ini langsung menarik perhatian media internasional dan memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian pengamat politik menilai perubahan nada Trump ini sebagai upaya memperbaiki hubungan diplomatik dengan sekutu lama Amerika Serikat. Inggris sendiri merupakan salah satu mitra utama AS dalam misi Afghanistan sejak awal operasi militer gelar. Selama bertahun-tahun, ribuan tentara Inggris kerahkan dan banyak di antaranya menjadi korban konflik berkepanjangan tersebut.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai pujian Trump bersifat politis dan kontekstual. Kritik keras yang sebelumnya ia lontarkan masih membekas, sehingga pernyataan terbaru ini anggap belum sepenuhnya menghapus kontroversi masa lalu.

Terlepas dari berbagai tafsir, pujian Trump terhadap tentara Inggris di Afghanistan menjadi topik hangat yang kembali membuka diskusi tentang peran sekutu, dinamika NATO, serta warisan panjang konflik Afghanistan. Sikap ini menunjukkan bagaimana pernyataan tokoh politik global dapat dengan cepat memengaruhi persepsi publik dan hubungan internasional.