Jakarta, SayapBerita.com – Di antara suara gemerincing bagpipe yang mengalun khas dalam berbagai upacara kenegaraan, ada kisah lebih dalam yang terjalin antara Indonesia dan Australia. Kedua negara yang terletak berdekatan di kawasan Asia-Pasifik ini telah lama membina hubungan yang erat namun penuh tantangan. Dinamika strategis mereka berdua tidak hanya terlihat dalam pertemuan diplomatik, tetapi juga tercermin dalam berbagai aspek kerjasama yang semakin intensif.
Sejarah Hubungan RI-Australia: Dari Perbedaan ke Kedekatan
Hubungan Indonesia dan Australia telah melalui berbagai fase. Sejak pertama kali Indonesia merdeka pada tahun 1945, Australia memainkan peran penting dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, perjalanan diplomatik kedua negara tidak selalu mulus. Pada tahun 1950-an, ada ketegangan terkait dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih cenderung kepada blok Timur, sementara Australia memilih jalur Barat di bawah pengaruh Amerika Serikat.
Tetapi, seiring berjalannya waktu, hubungan kedua negara mulai mengalami pemulihan dan transformasi, terutama pada akhir abad ke-20. Tahun 1995 menjadi titik balik, di mana Indonesia dan Australia sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, dan keamanan. Meskipun tetap ada isu-isu sensitif, seperti kebijakan imigrasi, perbedaan pandangan dalam kebijakan luar negeri, dan berbagai tantangan lainnya, keduanya terus berusaha memperbaiki hubungan bilateral mereka.
Alunan Bagpipe dan Diplomasi Kebudayaan
Alunan bagpipe yang sering terdengar dalam berbagai upacara kenegaraan Australia mengingatkan kita akan dimensi lain dari hubungan Indonesia-Australia, yakni hubungan dalam ranah kebudayaan. Australia, meski secara geografis lebih dekat dengan negara-negara Barat, memiliki keunikan dalam kebudayaannya yang dipengaruhi oleh tradisi Eropa, khususnya Skotlandia. Bagpipe, instrumen musik khas Skotlandia, sering menjadi bagian dari upacara militer atau kenegaraan di Australia, memperlihatkan bagaimana kebudayaan Eropa telah mewarnai kehidupan sosial-politik mereka.
Bagi Indonesia, kebudayaan Australia juga menjadi sesuatu yang menarik, terutama melalui kerjasama dalam bidang pendidikan, seni, dan pariwisata. Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia melanjutkan studi di Australia, dan sejumlah seniman Indonesia bekerja di Australia atau tampil dalam berbagai festival kebudayaan. Kunjungan antarbudaya ini tidak hanya mempererat hubungan masyarakat kedua negara, tetapi juga meningkatkan pemahaman antarwarga negara yang berbeda latar belakang.
Strategi Keamanan dan Ekonomi: Kerjasama yang Kian Erat
Di balik alunan bagpipe, hubungan strategis antara Indonesia dan Australia lebih nyata dalam kerjasama mereka dalam bidang keamanan dan ekonomi. Kedua negara memiliki kepentingan yang besar dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik, yang menjadi salah satu alasan utama mengapa mereka saling membutuhkan.
Di bidang keamanan, Indonesia dan Australia bekerja sama dalam menghadapi tantangan terorisme, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia. Salah satu bentuk kerjasama penting dalam hal ini adalah melalui Australia-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang ditandatangani pada tahun 2019. Perjanjian ini membuka peluang bagi kedua negara untuk saling mendukung dalam bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi, serta meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapai tantangan global.
Selain itu, kedua negara juga aktif dalam organisasi internasional. Seperti ASEAN dan Pacific Islands Forum, serta berperan dalam menjaga keamanan laut dan mencegah konflik di kawasan yang melibatkan negara besar seperti China dan Amerika Serikat. Indonesia, dengan posisinya yang strategis di Asia Tenggara, dan Australia. Sebagai negara besar di kawasan Pasifik, memiliki kepentingan yang sangat besar untuk mempertahankan kedamaian dan stabilitas regional.
Isu-isu Sensitif: Tantangan Diplomasi
Namun, tidak semua aspek hubungan Indonesia-Australia berjalan mulus. Beberapa isu sensitif seperti perbedaan pandangan tentang kebijakan luar negeri, terutama terkait dengan status Papua dan politik imigrasi yang kerap menjadi perdebatan publik, sering kali menguji ketahanan diplomasi kedua negara. Isu-isu ini, meskipun tidak secara langsung mempengaruhi kerjasama bilateral, tetap menjadi tantangan yang harus dikelola dengan hati-hati.
Perbedaan pandangan tentang status Papua sering memicu ketegangan antara kedua negara, karena Australia kadang kala menyoroti masalah hak asasi manusia di Papua, sementara Indonesia menekankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. Namun, kedua negara terus berusaha mencari titik temu dalam diskursus ini. Dengan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati dan saling memahami.
Indonesia-Australia di Masa Depan: Membangun Kemitraan yang Lebih Solid
Melihat ke depan, hubungan Indonesia dan Australia kemungkinan akan semakin berkembang. Kedua negara kini memiliki berbagai peluang untuk memperkuat kerjasama mereka dalam berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, perdagangan digital, hingga pendidikan tinggi. Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan Australia yang memiliki teknologi maju. Tentu dapat saling mendukung dalam hal inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, kesamaan dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan juga bisa menjadi dasar penting bagi kerjasama lebih lanjut. Australia, yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana. Dapat berbagi pengetahuan dengan Indonesia yang rawan bencana alam.
Penting untuk dicatat, bahwa meskipun hubungan diplomatik sering diuji. Kedekatan kedua negara tetap diwarnai oleh saling pengertian, kekeluargaan, dan kerjasama praktis. Seperti alunan bagpipe yang terus mengalun meski terkadang terganggu angin. Hubungan Indonesia dan Australia adalah perjalanan panjang yang penuh dengan dinamika, tetapi selalu menemukan harmoni.
Di balik alunan bagpipe yang menjadi simbol dari keberagaman dan kedalaman budaya. Hubungan Indonesia dan Australia memegang potensi besar untuk berkembang menjadi kemitraan yang lebih solid dan berkelanjutan. Meskipun tantangan masih ada, kedua negara memiliki tekad yang kuat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Sembari terus memperkuat hubungan ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam alunan diplomasi yang harmonis, Indonesia dan Australia menunjukkan bahwa meskipun berbeda, keduanya bisa saling melengkapi dalam banyak hal.
