SayapBerita.com Berita duka datang dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah — sebuah insiden tragis menimpa enam mahasiswa UIN Walisongo Semarang saat mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo. Dari enam korban yang terseret arus di Sungai Jolinggo, empat akhirnya dikonfirmasi tewas.
Kronologi Kejadian
- Para mahasiswa sedang bermain tubing atau menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban karet di Sungai Jolinggo, sekitar pukul 13.53 WIB.
- Tiba-tiba datang banjir bandang dari hulu sungai. Meskipun di lokasi kejadian cuaca tampak mendung dan tidak hujan, hujan deras terjadi di bagian hulu, memicu kenaikan debit air secara mendadak.
- Karena arus sangat deras, enam mahasiswa terbawa dan hanyut.
- Operasi pencarian pun lancarkan oleh tim SAR gabungan, BPBD Kendal, Basarnas, relawan, Banser, serta warga setempat.
Korban
Berdasarkan laporan, identitas para korban yaitu:
- Riska Amelia (mahasiswi, FSH).
- Muhammad Labib Rizqi (mahasiswa, FSH).
- Syifa Nadilah (mahasiswi, FSH).
- Bima Pranawira (mahasiswa, FST).
- Muhammad Jibril Asyarofi (mahasiswa, FST).
- Nabila Yulian Dessi Pramesti (mahasiswi, FSH).
Dari keenam, empat jenazah telah ditemukan: Riska Amelia, Labib Rizqi, Syifa Nadilah, dan Bima Pranawira.
Sementara korban lain (Jibril dan Nabila) masih dalam proses pencarian (atau temukan kemudian tergantung laporan).
Analisis dan Refleksi
- Risiko Hujan di Hulu: Kasus ini menyoroti bahaya “banjir kiriman” meskipun di lokasi kegiatan cuaca tampak aman, curah hujan tinggi di hulu sungai bisa menyebabkan aliran air naik drastis dan secara tiba-tiba.
- Kesiapsiagaan Kegiatan Lapangan: Dalam kegiatan KKN, terutama di area sungai, perlu evaluasi mitigasi risiko lebih intens. Universitas terutama berkewajiban memastikan ada pemantauan kondisi cuaca, edukasi risiko arus, serta pembatasan aktivitas air saat potensi bahaya tinggi.
- Peran SAR dan Komunitas Lokal: Keberhasilan evakuasi sebagian korban menunjukkan sinergi tim SAR, BPBD, relawan, dan warga lokal sangat penting dalam menanggulangi kejadian darurat seperti ini.
- Pelajaran Keamanan bagi Mahasiswa: Bagi peserta KKN lainnya, tragedi ini menjadi peringatan keras: kegiatan rekreasi di sungai, terutama saat musim hujan atau di daerah rawan, harus laksanakan dengan sangat hati-hati dan arahan keselamatan yang jelas.
Meski awalnya hanya aktivitas rekreasi di sela KKN, tragedi ini berubah menjadi bencana yang merenggut nyawa mahasiswa. Kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran risiko alam, memperbaiki protokol keselamatan dalam kegiatan lapangan, dan meningkatkan koordinasi antarlembaga penyelamat.
