Jakarta, SayapBerita.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) menyampaikan kekecewaan atas mandeknya pembahasan usulan pengelolaan kawasan karst dalam forum lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu tersebut dinilai sangat penting mengingat kawasan karst memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan sumber daya air. Dalam forum internasional tersebut, Indonesia kembali menegaskan urgensi perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan kawasan karst. Namun hingga kini, usulan tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan di tingkat global.
Karst Dinilai Krusial bagi Lingkungan
Wamen LH menekankan bahwa kawasan karst bukan sekadar bentang alam, melainkan penyangga ekosistem penting yang berfungsi sebagai penyimpan air alami, habitat keanekaragaman hayati, serta penopang kehidupan masyarakat sekitar.
Menurutnya, tekanan terhadap kawasan karst terus meningkat akibat aktivitas industri, pertambangan, dan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Tanpa kerangka pengelolaan global yang jelas, kerusakan karst berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.
Kekecewaan di Forum Internasional
Dalam sidang lingkungan PBB, Wamen LH menyayangkan minimnya respons konkret terhadap usulan pengelolaan karst. Padahal, isu lingkungan global seperti perubahan iklim dan krisis air bersih sangat berkaitan erat dengan keberlanjutan ekosistem karst.
“Mandeknya pembahasan ini menunjukkan masih kurangnya perhatian global terhadap perlindungan karst,” menjadi pesan utama yang sampaikan Indonesia dalam forum tersebut.
Dorong Komitmen Global
Indonesia mendorong agar negara-negara anggota PBB lebih serius membahas pengelolaan kawasan karst secara berkelanjutan. Wamen LH menilai perlindungan karst harus menjadi bagian dari agenda lingkungan global, sejajar dengan isu hutan, laut, dan perubahan iklim. Kolaborasi internasional nilai penting untuk menyusun standar pengelolaan karst yang dapat terapkan lintas negara, terutama di kawasan yang memiliki potensi kerusakan tinggi. Meski usulan di forum PBB belum membuahkan hasil maksimal, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga dan mengelola kawasan karst di dalam negeri.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan nasional, regulasi perlindungan lingkungan, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan karst. Langkah ini harapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong agenda perlindungan karst di tingkat internasional. Wamen LH berharap forum PBB ke depan dapat memberikan ruang lebih besar bagi isu pengelolaan karst. Dengan meningkatnya kesadaran global, perlindungan karst harapkan tidak lagi terpinggirkan, melainkan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dunia.
